6 Jenis Harmonic Pattern dan Cara Trading Dengannya

6 Jenis Harmonic Pattern dan Cara Trading Dengannya

6 Jenis Harmonic Pattern

Harmonic pattern menjadi salah satu pola yang kerap dijadikan acuan trader untuk memprediksi pergerakan harga di masa depan. Sayangnya, tidak banyak trader yang memahami pola tersebut. Padahal, harmonic pattern bisa menjadi sinyal kuat untuk menentukan kapan saatnya kita melakukan aksi jual dan aksi beli dalam transaksi di pasar modal. Sebenarnya, apa itu harmonic pattern dan bagaimana cara trading dengannya pola tersebut? Berikut penjelasannya:

Table of Contents

Apa Itu Harmonic Pattern?

Harmonic Pattern adalah pola pergerakan harga yang bisa dimanfaatkan untuk melihat trend yang akan terjadi dengan memprediksi pergerakan harga di masa mendatang.Harmonic pattern terbentuk dari rasio-rasio angka fibonacci tertentu yang membuat harga suatu aset akan berbalik. Dalam pola ini, pergerakan sebuah trend selalu dianggap sebagai fenomena yang harmonis. Dengan kata lain, tren yang terjadi bisa dibagi menjadi gelombang kecil atau besar untuk memprediksi pergerakan harga di masa depan. Karena itu pula, harmonic pattern selalu bergantung pada angka fibonacci.

Metode penggunaan harmonic pattern didasarkan pada golden ratio. Dalam deret angka fibonacci, golden ratio diwujudkan dalam angka 0,618 atau 1,618. Golden ratios tersebut bisa ditemukan hampir di seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk dalam pasar modal.

Dengan menemukan pola pergerakan harga yang memiliki panjang dan besaran bervariasi, trader bisa menemukan rasio fibonacci pada pola tersebut dan menggunakannya untuk memprediksi pergerakan harga di masa depan.

Jenis-Jenis Harmonic Pattern dan Cara Trading

Harmonic pattern memiliki 6 jenis. Berikut jenis-jenis harmonic pattern yang bisa Anda temukan dalam chart harga:

1. Gartley

Harmonic pattern jenis gartley ini pertama kali ditemukan oleh H.M. Gartley dan dipublikasikan dalam bukunya yang berjudul “Profits in the Stock Market”. Pola gartley menunjukan adanya keberlanjutan trend atau continuation trend. Karakteristik pola gartley seperti berikut:

  • Retracement titik B harus 0,618 dari XA
  • Retracement titik D harus 0,786 dari pergerakan XA
  • Ini mirip dengan pola BAT di mana titik XA mengarah ke retracement BC, kecuali retracement titik B harus tepat 0,618 dari XA. Titik stop-loss sering diposisikan di titik X, sedangkan take-profit sering di setting di titik C.

Agar pola tersebut valid, setiap titik balik (X,A,B,C,D) harus mewakili tinggi atau rendah signifikan yang terlihat pada grafik harga. Titik balik tersebut menunjukan adanya swing harga secara berturut-turut atau trend yang membentuk empat titik pola. Pola gartley juga terdiri dari dua tipe, yaitu bearish gartley dan bullish gartley. Bearish gartley bisa kita jadikan acuan untuk entry sell dan bullish garlet bisa kita jadikan acuan untuk entry buy.

Entry Buy

Untuk entry buy dengan pola gartley, pastikan terdapat pola bullish yang muncul di awal trend. Sebab, munculnya pola bullish di awal trend bisa menjadi tanda bahwa harga telah terkoreksi dan akan terjadi kenaikan setelah titik D. Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar berikut:

Pada gambar di atas, terlihat bahwa harga bergerak naik ke A, kemudian terkoreksi dan B berada di level retracement 0,618 dari titik A.Sementara itu, harga bergerak naik melalui BC yang memiliki level retracement 0,382 hingga 0,886 dari AB. Kemudian harga turun Langkah dari C menuju titik D. Titik CD memiliki level retracement 1,13 hingga 1,618 dari AB. Sementara itu, titik D berada di level retracement 0,786 dari XA. Area di D merupakan zona pembalikan harga yang Anda bisa melakukan entry buy. Namun, posisi entry buy sebaiknya Anda lakukan ketika ada konfirmasi bahwa harga akan naik. Untuk meminimalisir kerugian, level stop loss bisa Anda letakan di area X.

Entry Sell

Untuk entry sell, Anda harus memastikan adanya pola bearish gartley. Agar lebih jelas, perhatikan gambar berikut:

Pada gambar tersebut, terlihat adanya bearish atau penurunan harga di awal trend (harga turun dari titik X ke A). Setelah itu, harga kembali naik ke titik B yang berada di level retracement 0,618 dari titik A. Kemudian harga kembali turun dari titik B ke C yang memiliki level retracement 0,382 hingga 0,886 dari AB. Kemudian harga turun naik dari C menuju titik D. Titik CD memiliki level retracement 1,13 hingga 1,618 dari AB. Sementara itu, titik D berada di level retracement 0,786 dari XA. Area di D merupakan zona pembalikan harga yang Anda bisa melakukan entry sell. Namun, posisi entry sell sebaiknya Anda lakukan ketika ada konfirmasi bahwa harga akan turun Untuk meminimalisir kerugian, level stop loss bisa Anda letakan di area X.

2. Butterfly

Pola kupu-kupu atau butterfly ditemukan oleh Bryce Gilmore. Sama dengan pola gartley, pola ini menggunakan kombinasi rasio Fibonacci yang berbeda untuk mengidentifikasi potensi retracement. Pola butterfly merupakan sinyal adanya pembalikan harga. Sama dengan pola gartley, pla kupu-kupu juga ditandai oleh adanya empat titik balik (X-A, A-B, B-C, dan C-D) yang menunjukan swing harga. Rasio paling penting untuk ditentukan adalah retracement 0,786 dari titiki XA. Pola butterfly juga terdiri dari dua tipe, yaitu bearish butterfly dan bullish butterfly. Pola butterfly juga memiliki karakteristik seperti berikut:

  • titik B berada di level retracement 0,786 dar fibonacci yang ditarik melalui X ke A.
  • titik C berada di level 0,382 atau 0,886 dari fibonacci yang ditarik melalui A ke B.
  • jika titik C berada di level 0,382, maka titik D harus berada di level retracement 1,618 dari fibonacci yang ditarik melalui B ke C. Jika titik C berada di level 0,886, maka titik D garis berada di level retracement 2,618 dari fibonacci yang ditarik melalui B ke C.

Enty buy

Untuk entry buy, Anda harus mengidentifikasi adanya bullish butterfly. Berikut contoh bullish butterfly pada chart harga:

Dalam gambar tersebut, terlihat bahwa harga naik dari titik X ke A dan mengalami penurunan menuju titik B. Pergerakan penurunan A ke B memiliki nilai retracement yang ditarik dari fibonacci XA. Sementara itu, titik BC memiliki leve; retracemen 0,382 hingga 0,886 yang ditarik dari garis fibonacci AB dan titik CD memiliki level retracement 1,618 hingga 2,24 yang ditarik dari garis fibonacci AB. Titik D diketahui berada pada level 1,27 yang ditarik dari titik XA. Dari situ, bisa kita lihat bahwa D menjadi area potensial untuk entry beli. Untuk memastikan adanya kenaikan harga, Anda bisa menunggu sampai harga terkonfirmasi naik.

Entry Sell

Untuk entry sell, pastikan chart harga membentuk pola bearish butterfly. Berikut contoh pola bearish butterfly:

Adanya bearish butterfly bisa kita lihat dari adanya penurunan harga saat awal trend. Setelah itu, tentukan titik X ke A. Lalu hitung nilai fibonacci pada kenaikan harga antara A ke B. Jika level fibonacci yang ditarik dari garis X ke A mencapai 0,786, hal itu menunjukan bahwa pola butterfly telah terbentuk. Lalu pastikan level retracement BC yang ditarik dari garis fibonacci AB berada di kisaran 0,382 hingga 0,886. Lalu hitung nilai retracement di titik D. Jika berada di angka 1,27 dari garis fibonacci yang ditarik melalui X ke A, area D bisa menjadi titik untuk entry sell.

3. Bat

Pola bat memiliki bentuk yang sama dengan pola gartley. akan tetapi, ukuran penentuan fibonaccinya berbeda. Sebuah pola dalam chart harga bisa disebut dengan pola bat jika memiliki karakteristik seperti berikut:

  • titik B berada di level retracement 0,382 atau 0,500 dari garis fibonacci yang ditarik melalui titik X ke A
  • titik C berada di level retracement 0,382 atau 0,886 dari garis fibonacci yang ditarik melalui titik A ke B
  • titik D berada di level retracement 0,886 dari fibonacci yang ditarik dari garis X ke A.

Pola bat juga memiliki empat titik balik, yaitu X-A, A-B, B-C, dan C-D, yang menandakan adanya swing harga. Pola ini juga memiliki dua tipe, yaitu bearish bat dan bullish bat.

Entry buy

Untuk entry buy, pastikan pola yang terbentuk adalah bullish bat. Bullish bat ditandai dengan adanya kenaikan harga dari awal trend, yaitu dari titik XA. Setelah itu, pastikan titik B berada di level retracement 0,382 atau 0,500 dengan menarik garis fibonacci dari titik X ke A. Kemudian Anda hitung level retracement titik C dengan menarik garis fibonacci yang melewati titik A ke B. Sebagai penutup, pastikan titik D berada di level retracement 0,886 dengan menghitung garis fibonacci dari titik X ke A. Setelah itu, Anda bisa melakukan entry buy di area D.

Entry Sell

Untuk entry sell, pastikan pola yang terbentuk adalah bearish bat. Pola bearish bat ditandai dengan adanya penurunan harga dari titik X ke A. setelah itu, harga kembali naik menuju B, dan turun ke titik C lalu naik ke titik D. Ketika pola tersebut sudah terbentuk, hitung nilai fibonacci sesuai dengan kriteria terbentuknya pola bat. Kemudian, Anda bisa melakukan entry sell di titik D.

4. Crab

Pola crab juga ditemukan oleh Scott Carney. Pola ini juga memiliki empat titik balik (X-A, A-B, B-C dan C-D) yang mencerminkan adanya swing harga. Pola crab juga terdiri dari tipe bearish dan bullish. Dalam pola bullish crab, titik pertama terbentuk ketika harga naik tajam dari X ke A. Titik Ab kemudian turun kembali antara 38,2% dan 61,8% dari XA. Setelah itu, harga kembali terkoreksi dan memunculkan sinyal pembalikan trend. Sementara itu, pola crab bearish diawali oleh adanya penurunan dari titik X ke titik A, lalu diikuti oleh kenaikan harga yang disusul, sedikit penurunan, lalu kenaikan tajam ke titik D. Suatu pola disebut crab apabila memiliki karakter berikut:

  • titik B berada di level retracement 0,382 atau 0,618 dari fibonacci yang ditarik melalui titik X ke A
  • titik C berada di level retracement 0,382 atau 0,886 yang ditarik dari garis fibonacci yang melalui titik A ke B
  • titik D berada di level retracement 1,618 dari fibonacci yang ditarik melalui titik X ke A.

Entry buy

Untuk entry buy, pastikan pola yang terbentuk adalah bullish crab. Untuk memastikannya, Anda harus melihat apakah titik B akan pullback 0,382 ke 0,618 dari XA. Setelah itu, pastikan garis BC berada di level 0,382 atau 0,886 dari AB. Lalu pastikan garis BC memiliki level retracement 2,618 hingga 3,618 dari AB.Sebagai penutup, hitung level retracement titik D. Jika titik D berada di level retracement 1.618 dari XA, Anda bisa mengambil posisi beli di area tersebut dan letakkan level stop loss di atas area D.

Entry Sell

Untuk menentukan peluang entry sell, Anda harus memastikan pola yang terbentuk adalah bearish crab. Pola bearish crab pada dasarnya sama dengan bullish crab. Hanya saja, pola bearish crab diawali oleh adanya penurunan harga dari X ke A. Lalu pastikan level retracement di setiap titik telah memenuhi kriteria terbentuknya pola crab. Setelah itu, And abisa entry sell di titik D dan letakan posisi stop loss di bawah area D.

5. Shark

Pola shark memiliki lima titik balik (O, X, A, B dan C) yang menunjukan swing harga. Pola ini juga memiliki tipe bearish dan bullish. Karakteristik pola shark antara lain:

  • titik AB harus menunjukkan retracement antara 1,13 hingga 1,618 titik XA
  • titik BC harus memiliki rasio lebih 113% dari titik OX
  • titik CD harus berada di rasio 50% dari retracement Fibonacci dari titik BC.

Entry Buy

Untuk entry buy, Anda harus memastikan pola yang terbentuk adalah shark bullish. Pola shark bullish. Pada pola tersebut, harga bergerak naik dari titik O ke X dan kembali turun menuju titik A dan naik kembali ke titik B dan mengalami penurunan menuju titik C. Lalu pastikan titik A dan B berada di level retracement 1,13 hingga 1,618. Setelah itu, pastikan titik B ke C memiliki rasio lebih dari 113% dan panjang CD berada di rasio 50% dari BC. Setelah itu, Anda bisa melakukan entry buy di area C. Untuk memaksimalkan keuntungan, pastikan ada konfirmasi kenaikan harga terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk entry buy.

Entry Sell

Untuk entry sell, Anda harus mendeteksi bahwa pola yang terbentuk adalah shark bearish. Pola shark bearish ditandai dengan adanya penurunan harga dari titik O ke X dan diakhiri dengan kenaikan harga dari B ke C. Setelah itu, pastikan setiap titik berada di level retracement yang menjadi karakteristik pola shark. Setelah memastikan setiap titik berada di level retracement yang sesuai, Anda bisa entry sell di titik C dan menentukan level stop loss berapa pips di bawah area X.

6. Pola Cypher

Pola cypher memiliki lima titik balik, yaitu XABCD. Pola ini memiliki tampilan menyerupai gelombang, yang menampilkan puncak dan lembah.Karakteristik pola cypher antara lain:

  • titik B harus berada di level retracement 38,2% dan 61,8% dari XA.
  • titik C bergerak melampaui titik A. Namun, pergerakan tersebut tidak boleh melampaui level retracement 141,4%.
  • titik D harus menembus level 78,6% dari XC.

Entry Buy

Untuk entry buy, pastikan pola yang terbentuk adalah cypher bullish. Pada pola cypher bullish, harga akan bergerak naik dari titik X ke B. Sementara itu, titik A dan C membentuk titik tertinggi secara berurutan dan titik D berada di atas X.Jika titik D telah mencapai level retracement 78,6% dari garis fibonacci yang ditarik melalui XC, Anda bisa melakukan entry buy. Level stop loss bisa Anda letakan beberapa pips di atas titik X. Sementara itu, target profit bisa Anda tetapkan dari panjang garis CD.

Entry Sell

Untuk entry Sell, pastikan pola yang terbentuk adalah bearish cypher. Pada pola bearish cypher harga bergerak turun dari titik X ke C. Setelah itu, titik A dan C membentuk titik terendah secara berurutan dan titik D berada dibawah titik X. Ketika titik D telah berada di level 78,6% dari garis fibonacci yang ditarik melalui XC, Anda bisa melakukan entry sell dan tepatkan level stop loss beberapa pips di bawah titik X.

Kelebihan Harmonic Pattern

Harmonic pattern disukai banyak trader karena memiliki sejumlah kelebihan berikut:

  1. Membantu memprediksi harga lebih akurat

Dibandingkan pola chart lainnya, pola harmonic pattern membantu memprediksi pergerakan harga di masa depan dengan lebih akurat. Sehingga kita bisa menentukan peluang entry buy atau sell dengan tepat dan profit yang didapatkan pun jauh lebih maksimal.

  1. Bersifat objektif

Penggunaan pattern ini menggunakan pengukuran rasio fibonacci, dimana kita menggunakan angka-angka matematis dalam melakukan prediksi. Karena itu, hasil analisis bersifat lebih objektif dan mampu memberikan hasil lebih akurat daripada pattern yang bersifat asumsi.

  1. Mudah dianalisis

Umumnya, bentuk harmonic pattern sangat mudah dianalisis. Jika sudah terbiasa menggunakan pola ini, Anda bisa mengidentifikasinya jenis pattern ini tanpa bantuan indikator atau melakukan pengukuran rasio fibonacci.

Kekurangan Harmonic Pattern

Meski punya banyak kelebihan, harmonic pattern juga dihindari sebagian trader karena memiliki kekurangan seperti berikut:

  1. Memiliki banyak jenis pola

Harmonic pattern memiliki sekitar 6 jenis pola yang semuanya membutuhkan kehati-hatian dan ketelitian tinggi dalam menganalisisnya. Selain itu, tiap jenis harmonic pattern juga memiliki bentuk yang mirip sehingga banyak trader seringkali merasa kebingungan.

  1. Membutuhkan keahlian tinggi

Penggunaan harmonic pattern membutuhkan jam terbang dan keahlian tinggi karena melibatkan perhitungan rasio fibonacci. Banyak trader beranggapan bahwa perhitungan rasio fibonacci adalah hal rumit. Jika ada salah perhitungan, maka bisa menimbulkan kesalahan analisis.

  1. Hanya cocok untuk swing trader

Harmonic pattern hanya mengandalkan rasio antara perubahan harga, tanpa memperhitungkan kerangka waktu atau time frame yang dibutuhkan untuk mencapai pola tertentu. Karena itu, pola ini hanya cocok untuk swing trader, bukan untuk trader harian.

KelebihanKekurangan
Membantu memprediksi harga di masa depan
Hasil analisis lebih objektif
Mudah dianalisis
Memiliki banyak jenis pola
Membutuhkan keahlian tinggi
Hanya cocok untuk swing trader

Rekomendasi Broker Terbaik

Ingin raih profit maksimal dengan trading? Anda bisa memilih broker Mitrade. Dengan platform trading yang user friendly, Anda bisa melakukan transaksi di pasar modal dengan mudah. Mitrade menyediakan akses ke apsa forex. saham, komoditas, cryptocurrency, CFD, dan emas. Dengan minimal deposit US$ 50 saja, Anda juga bisa trading dengan fasilitas leverage 1: 1000. Mitrade merupakan broker kelas dunia yang sudah mendapatkan legalitas dari Otoritas Keuangan Australia dan Kepulauan Cayman. Jadi, Anda tak perlu khawatir lagi dengan legalitas broker Mitrade. Proses buka akun di Mitrade juga sangat mudah. Berikut caranya:

  1. Buka web Mitrade. Jika Anda mengaksesnya lewat ponsel, Anda bisa mendownload dan menginstal aplikasi Mitrade di Play Store atau App Store.
  2. Lalu lakukan registrasi dengan mengklik menu “create account” di pojok kanan atas.
  3. Registrasi bisa dilakukan dengan akun Gmail, Facebook, Apple Id, atau nomor telepon. Sementara itu, proses verifikasi hanya memerlukan foto kartu identitas dan rekening korang yang aktif dalam waktu 6 bulan terakhir.
  4. Setelah proses verifikasi selesai, Anda bisa melakukan deposit.
  5. Setelah deposit, pilih instrumen trading yang diinginkan dan lakukan transaksi.

Kesimpulan

Demikian penjelasan lengkap mengenai harmonic pattern dan cara trading dengan pola tersebut. Meski memberikan hasil akurat, diperlukan jam terbang tinggi untuk menggunakan pola tersebut. Pola ini hanya mengandalkan perhitungan rasio fibonacci yang melibatkan ketelitian tinggi. Karena itu, Anda harus banyak berlatih jika ingin memanfaatkan pola ini.

Disclaimer: Artikel ini ditulis dari hasil pengalaman belajar penulis mengenai harmonic pattern. Tujuan penulisan artikel hanya untuk edukasi saja. Semua resiko dalam trading adalah tanggung jawab pribadi. Karena itu, Anda Perlu berhati-hati sebelum memutuskan terjun ke dunia trading.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *