Koreksi Teknikal Emas Memudar Jelang FOMC Meeting

Koreksi Teknikal Emas Memudar Jelang FOMC Meeting

Terpantau sejauh ini harga spot Emas menguat 0.13% di level $1,258.41 per troy ons, setelah meraih titik tertinggi intraday di $1,261.84 dan level terendah hariannya di $1,252.91 per troy ons.

Secara terpisah saham global dan pasar keuangan dunia mulai stabil di hari Selasa ditengah kekhawatiran krisis pasar keuangan emerging market. Data ekonomi China akhir-akhir ini yang lemah dan potensi tapering stimulus The Fed menekan berbagai mata uang negara emerging.

Di hari Selasa dan Rabu, para investor akan menantikan rapat FOMC untuk menetapkan arah kebijakan moneter selanjutnya, diperkirakan tapering akan dilanjutkan sebesar $10 milyar selain itu Bernanke akan menyerahkan kepemimpinan The Fed pada Janet Yellen.

Kebanyakan analis menilai pergerakan Emas selanjutnya masih akan ditentukan oleh pergerakan pasar obligasi AS, jika yield treasury AS terus menanjak maka terdapat peluang penguatan Dollar lebih lanjut sehingga menghambat penguatan Emas.

Senin, 27 Januari 2014

Wall Street Dibayangi Kekhawatiran Fed & China

Saham AS terdepresiasi pada hari Senin, dengan Dow Jones Industrial Average memperpanjang penurunan setelah mencatat pekan terburuk sejak November 2011, seiring investor mempertimbangkan rencana pengurangan pembelian aset olehFederal Reserve dan kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi China. Bank sentral AS akan memulai pertemuan kebijakan 2 hari pada hari Selasa, dengan sebagian besar analis memperkirakan Fed akan kembali memangkas jumlah pembelian obligasi bulanan sebesar $10 milyar.

Sementara data ekonomi yang dirilis awal pekan ini juga tidak banyak membantu sentimen pasar, dimana laporan Departemen Perdagangan AS menunjukkan penjualanrumah baru mencapai 414.000 pada bulan Desember, lebih rendah dari perkiraan para ekonom yang sebesar 455.000. (vid)

Emas Melemah Untuk Pertama Kalinya Dalam 3 Sesi

Untuk pertama kalinya dalam 3 sesi terakhir emas diperdagangkan melemah pada hari Senin, seiring para trader berupaya membukukan profit sebelum pertemuan kebijakan Federal Reserve AS pekan ini.

Sempat menyentuh level puncak 10-minggu, di tengah pelemahan saham global, logam mulia ini harus tergelincir sekitar 0,7% untuk diperdagangkan pada kisaran $1255.60/oz menjelang akhir sesi perdagangan. Ekspektasi bahwa Fed akan kembali memangkas programstimulus moneternya telah mendongkrak kinerjaDollar AS, yang sebaliknya menghadirkan tekanan negatif bagi emas. Namun pergerakan harga emas kemungkinan tidak akan menyimpang terlalu jauh dari level saat ini sebelum pengumuman kebijakan FOMC hari Rabu, serta rilis beberapa data ekonomi penting seperti pesanan durable goods dan kepercayaan konsumen AS. (vid)

Aussie Pertahankan Penguatan Terhadap Dollar

Aussie kembali dipedagangan menguat terhadap dollar, menjadi penguatan dalam dua hari beruntun. Spekulasi penurunan yang terjadi sebelumnya terlalu berlebihan dan berkurangnya risiko sistem perbankan China menopang pergerakan aussie.

Aussie pada pekan lalu anjlok tajam dua sesi beruntun akibat buruknya data manufaktur China yang merupakan mitra dagang utama Australia. Menurut HSBC Holdings Plc dan Markit Economics sektor manufaktur China kemungkinan akan menunjukkan kontraksi untuk pertama kalinya dalam enam bulan terakhir. Angka awal indeks PMI menunjukkan 49,6, dibawah 50,5 pada bulan Desember,

Industrial & Commercial Bank of China Ltd., bank terbesar di China, mengatakan investor yang mengalami masalah kepercayaan dapat mengambil dana mereka. Pernyataan tersebut memberikan kepercayaan tidak akan terjadidefault yang sebelumnya mendorong aksi jual mata uang negara berkembang dan bursa saham global.

AUDUSD saat ini berpindah tangan pada kisaran 0.8758, dengan level terendah harian 0.8725 dan tertinggi 0.8767. (pap)

Minggu, 26 Januari 2014

Emas, Pilihan Cerdas Wanita Modern

Wanita memang memiliki karakteristik khusus dalam kepribadiannya. Pada umumnya, Kaum hawa selalu mengutamakan keamanan dan cenderung menjauhi resiko, termasuk dalam menentukan langkah investasi. Latar belakang inilah yang menjadi dasar keterlibatan wanita dalam bisnis properti, transaksi emas maupun simpanan deposito bank.

Tanpa disadari, kesukaan wanita pada keindahan turut menyumbang suntikan besar bagi pasar investasi logam mulia. Kebanyakan wanita tentu akrab dengan perhiasan emas, namun demikian masih sedikit yang memahami nilai emas sebagai media investasi handal. Oleh karena itu, Futures Monthly kali ini akan mengulas manfaat emas di luar keindahan estetika semata.

Apabila dibandingkan dengan instrumen pelindung nilai lain, emas mempunyai keunggulan spesifik yang menarik untuk disimak. Berikut ini adalah 7 alasan utama mengapa emas diyakini sebagai lahan investasi potensial bagi wanita:

Stabilitas nilai tukar emas terhadap barang konsumsi telah terbukti selama lebih dari 1.400 tahun. Emas bahkan sudah beredar di pasaran sejak 50 abad lamanya. Gambar 1 di bawah ini menunjukkan kenaikan harga emas secara kontinyu, mulai dari tahun 2000 ($250 per troy ounce) hingga 8 Juni 2010 ($1,251.85). Berdasarkan grafik ini, dapat disimpulkan bahwa kenaikan harga emas sudah mencapai 5 kali lipat hanya dalam jangka waktu kurang dari 10 tahun.

Menurut lembaga inflasi Amerika Serikat (AS), National Inflation Association (NIA), emas adalah varian investasi yang harus dimiliki oleh warga AS. Kemakmuran dan keselamatan finansial relatif terjamin dalam aset emas, bahkan dalam situasi hiper-inflasi sekalipun. Potensi keuntungan jangka panjang juga semakin cerah dengan merujuk pada dinamika ekonomi dunia. NIA berani mengklaim bahwa harga emas saat ini masih jauh lebih rendah dibandingkan dengan level harga ideal, yakni di atas $2,000/Oz.

Emas berperan besar dalam upaya perlindungan nilai aset investor. Tidak heran bahwa banyak pemodal akan beralih pada logam mulia ini ketika situasi sedang tak menentu. Emas bahkan memiliki andil dalam diversifikasi modal karena bisa menjaga nilai aset di kala investasi lain sedang mengalami kerugian.

Berbeda dengan mata uang, harga emas tidak bisa dikendalikan atau dicetak ulang oleh negara. Pemerintah negara manapun tidak bisa campur tangan dalam pergerakan nilai emas, mengingat hasil bumi ini merupakan milik semua golongan, baik institusi maupun individu di seluruh dunia. Jadi, mekanisme pasar menentukan performa harga emas global.

Daya beli seluruh mata uang terhadap logam kuning terus berkurang setiap tahun. Bahkan daya beli Rupiah terhadap emas sudah menyusut hingga 80% selama 1 dasawarsa terakhir. Apabila sepuluh tahun lalu satu gram emas setara dengan Rp. 66,000, kini sejumlah uang tersebut hanya bisa untuk menebus sekitar 0.2 gram emas.

Rendahnya suku bunga di Amerika Serikat (AS) menurunkan minat investor untuk berinvestasi dalam tabungan deposito Dollar. Apalagi Bank Sentral AS tidak menunjukkan sinyal penurunan suku bunga dalam waktu dekat. Alasan inilah yang mengurangi tingkat partisipasi wanita AS dalam investasi berbentuk deposito, karena deposan serentak menarik dan mengalihkan likuiditas ke dalam portofolio emas.

Asumsi di atas merupakan landasan dari besarnya peluang kenaikan harga emas di masa depan. Potensi ini tidak hanya disadari oleh investor ritel dan perbankan, pemerintah beberapa negara bahkan sudah lebih dahulu melakukan konversi aset nasionalnya. India, China, Russia dan Venezuela konsisten menukarkan aset mata uang USD atau Euro ke dalam bentuk emas.

Patut diingat bahwa emas yang dimaksud tentu bukan emas berbentuk perhiasan karena nilai perhiasan akan tergerus oleh beban biaya, misalnya biaya pembuatan, biaya seni, merk dan lain-lain. Beban tersebut tidak dihitung sebagai tambahan harga pada saat dijual kembali, karena aksesoris emas akan dilebur menjadi perhiasan baru.

Jenis emas yang digunakan sebagai alat investasi terbaik adalah emas batangan. Hal ini dikarenakan emas batangan memiliki standar kualitas yang sama dan tidak mengenal biaya pembuatan. Sehingga nilai jualnya tidak akan menyusut kapanpun dan dimanapun. Seiring dengan rendahnya suku bunga dan tidak stabilnya harga properti (seperti yang terjadi di Cina saat ini), investasi emas menawarkan keamanan dan kenyamanan tersendiri bagi investor, terutama kaum wanita. Mulailah berburu emas Hubungi Sophia : pin bb 297a2872 081381813140

Penggunaan Parabolic SAR untuk Exit level Secara Efektif

Parabolic SAR (Parabolic Stop and Reverse) adalah suatu metode analisa teknikal yang disusun oleh J. Welles Wilder Jr. dan mulai diperkenalkan pada tahun 1978 dalam buku New Concepts in Technical Trading Systems. Metode ini sangat berguna untuk menemukan potensi reversal pada pergerakan harga produk di pasar keuangan, seperti saham dan mata uang. Parabolic SAR pada dasarnya adalah lagging indicator yang dapat digunakan untuk menentukan trailing stop loss serta titik masuk/keluar posisi, dengan mengacu pada tren harga dalam kurva parabolik yang mencerminkan tren kuat di pasar. Jika posisi Parabolic SAR berada di bawah harga running maka mengindikasikan trenbullish. Sementara bila posisinya berada di atas harga running maka mengindikasikan tren bearish.

Penggunaan umum Parabolic SAR sebagai indikator pencari poin masuk dan keluar sebenarnya mudah dimengerti dan diaplikasikan. Prinsipnya apabila titik Parabolic berpindah dari atas ke bawah hargarunning, maka menjadi sinyal untuk beli (buy). Sebaliknya jika titik tersebut berpindah dari bawah ke atas harga running, maka menjadi sinyal untuk jual (sell). Kendala paling pelik dari penggunaan Parabolic SAR muncul dalam kondisi pasar yang stabil atau terlalu sempit, yang membuat level masuk dan keluar posisi menjadi sempit pula. Sehingga nilai transaksi yang ditempatkan terkadang tidak mampu menutup jumlah spread dari suatu produk. Efektivitas Parabolic SAR paling terbukti ketika digunakan sebagai exit level, baik untuk menentukan stop loss maupun take profit, disertai pemakaian indikator teknikal lainnya sebagai entry level.

Rubrik Trading Strategy kali ini akan menjabarkan penggunaan suatu persilangan dari 2 Weighted Moving Average (WMA) dan Parabolic SAR untuk bertransaksi di pasar. Periode yang digunakan pada WMA adalah 5 dan 14. Sementara setelan Parabolic SAR yang diterapkan adalah standard step 0.02 dan maximum 0.2.

Berikut ini adalah ulasan tentang penerapan strategi yang simpel dengan cara menempatkan entry levelberdasarkan persilangan (cross) WMA 5 dan 14. Apabila WMA 5 telah terkonfirmasi memotong WMA 14 ke atas, maka ambil posisi buy. Sebaliknya jika WMA 5 terkonfirmasi memotong WMA 14 ke bawah, maka ambil posisi sell. Syarat konfirmasi adalah setelah harga penutupan terbentuk. Sebelum mengambil posisi, perhatikan posisi Parabolic SAR. Pada umumnya arah perpotongan WMA mengarah ke level Parabolic SAR, yang berarti pergerakannya akan melawan tren Parabolic SAR. Dalam kondisi seperti ini, Parabolic SAR menjadi target level atau exit level pasar. Apabila terjadi sebaliknya, yakni arah perpotongan WMA menjauhi level Parabolic SA, berarti posisi kita searah dengan tren Parabolic SAR. Dalam kondisi seperti ini, peluang untuk profit menjadi lebih besar dan kita dapat keluar atau melikuidasi posisi saat harga yang naik, kembali turun menyentuh WMA 5. Atau kita dapat kembali menggunakan metode Parabolic SAR, yang memang biasanya mampu memberikan profit lebih besar.

Sebelum pengambilan posisi harus diperhatikan adalah spread produk transaksi, volatilitas pasar dan jarak harga penutupan dengan titik Parabolic SAR, yang pengaruhnya sangat besar terhadap hasil trading. Kondisi terbaik adalah ketika pasar bergerak fluktuatif dengan kisaran besar. Penerapannya sangat mudah yakni hanya dengan menghitung besarnya jarak antara titik Parabolic SAR ketika crossWMA terbentuk dan harga penutupan saat cross WMA terbentuk. Untuk produk dengan spread kecil seperti forex, perbedaan sebesar 20-30 poin cukup untuk dijadikan syarat masuk posisi. Sedangkan untuk produk dengan spread lebih besar, misalnya emas, sangat disarankan perbedaan 100 poin sebagai syarat untuk masuk posisi. Rekomendasi ini ditujukan supaya kita bisa menghindari exit levelyang terlalu sempit dari posisi masuk.

Sama seperti penggunaan indikator teknikal lainnya, kita sangat disarankan untuk mempersiapkan level risiko atau tingkat kerugian yang wajar. Dalam penerapan indikator kali ini terdapat 3 level yang dapat digunakan sebagai alternatif stop loss yaitu:

  1. Titik Parabolic SAR sebagai level stop loss.
  2. Runningprice (harga berjalan) kembali menyentuh WMA 14 pada posisi loss.
  3. Level high/low dari candlestick pada saat cross WMA terbentuk.

Poin 1 dan 2 bisa saja menjadi exit level profit pada sebuah tren yang kuat, sedangkan poin 3 menjadiexit level yang fixed dari posisi buy/sell.

  1. Selalu perhatikan jarak antara nilai Parabolic SAR dan harga penutupan di chart saat cross WMA terbentuk atau terkonfirmasi. Jangan lupa untuk memperhitungkan spread dan volatilitas harga saat pengambilan posisi.
  2. Posisi buy/sell yang menuju titik Parabolic SAR biasanya memberikan peluang untuk profit lebih cepat meskipun nilainya lebih kecil. Sedangkan posisi yang menjauhi titik Parabolic SAR pada umumnya memberikan peluang profit lebih besar tetapi untuk jangka waktu yang lebih lama.
  3. Ambil posisi hanya bila cross WMA telah terbentuk atau terkonfirmasi, jangan pada saat crossbaru terbentuk, karena perubahan mungkin terjadi seiring pergerakan harga.
  4. Sedapat mungkin hindari transaksi menjelang dan setelah rilis data fundamental dengan impacttinggi karena akan mempengaruhi pergerakan pasar.

Indikator teknikal ini dapat digunakan pada hampir semua periode, meskipun lebih efektif diterapkan pada periode menengah di chart antara 15 menit dan 1 jam. Selalu ingat untuk membatasi kerugian dengan mematok level risiko yang dapat anda terima.

Silahkan melatih strategi trading anda pada platform online trading dengan mendaftar demo account di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *