Achmad Supriyanto  https://scholar.google.co.id/citations?user=lK5bW3oAAAAJ&hl=id

Achmad Supriyanto https://scholar.google.co.id/citations?user=lK5bW3oAAAAJ&hl=id

Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang
Indonesia

Print this article

How to cite item

Email this article (Login required)

Email the author (Login required)

CROSSREF

ISSN Online

ISSN Print

Komparasi kepemimpinan pendidikan di Indonesia dan Malaysia dalam upaya peningkatan mutu pendidikan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami: 1.) Essensi pendidikan yang ada di Malaysia dan Indonesia; dan 2.) Peran kepemimpinan kepala sekolah di Malaysia dan Indonesia. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik studi literatur dengan harapan dapat memberikan penjelasan secara komprehensif terkait kualitas mutu pendidikan di negara berkembang. Hasil penelitian ini adalah 1.) Essensi pendidikan yang ada di Malaysia dan Indonesia; dan 2.) Peran kepemimpinan kepala sekolah di Malaysia dan Indonesia. Essensi pendidikan baik di Malaysia atau di Indonesia hampir sama yaitu untuk mengoptimalkan kemampuan peserta didik dalam ranah pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Malaysia dalam pengejawantahkan tentang essensi pendidikan lebih fokus dalam mengoptimalkan keterampilan peserta didik dengan kata lain peran guru sebagai pendidik di Malaysia sangat mempengaruhi keberlangsungan pedidikan. Peran yang dilakukan kepala sekolah yang ada di Indonesia dalam kaitannya untuk meningkatkan mutu sekolah yaitu dengan cara membentuk tim peningkatan mutu, melakukan perbaikan secara berkelanjutan dengan cara berkomunikasi dan meneruskannya kepada seluruh anggota yang ada dilembaga pendidikan, dan menciptakan suasana tempat bekerja yang nyaman. Sedangkan peran kepemimpinan kepala sekolah yang ada di Malaysia diimplementasikan dengan cara kepala sekolah dapat mewujudkan visi dan misi sekolah, fokus dalam pengelolaan proses belajar mengajar dengan tujuan meningkatkan peringkat sekolah, dan komitmen dalam menciptakan kondisi atau lingkungan belajar yang positif sambil mendayagunakan seluruh warga sekolah dengan pendekatan yang ramah dan terbuka.

Abstract

This study aims to understand 1.) The essence of education in Malaysia and Indonesia; and 2.) The role of the principal's leadership in Malaysia and Indonesia. This study uses qualitative research with data collection techniques using literature study techniques in the hope that it can provide a comprehensive explanation related to the quality of education in developing countries. The results of this study are 1.) The essence of education in Malaysia and Indonesia; and 2.) The role of the principal's leadership in Malaysia and Indonesia. The essence of education both in Malaysia or Indonesia is almost the same, namely to optimize the ability of students in the realm of knowledge, attitudes, and skills. The Malaysian state in the embodiment of the essence of education is more focused on optimizing the skills of students, in other words, the role of teachers as educators in Malaysia greatly influences the sustainability of education. The role of the principal in the country of Indonesia in relation to improving the quality of schools is by forming a quality improvement team, make improvements on an ongoing basis by communicating and forwarding it to all existing members of the educational institution, and create a comfortable work environment. Whereas the principal's leadership role in Malaysia is implemented in a way that the principal can embody the vision and mission of the school, focus on managing teaching and learning processes with the aim of improving school rankings, and commitment to creating positive learning conditions or environments while empowering all school residents with a friendly and open approach.

Keywords

Full Text:

References

Ahmadi, R. (2015). Pengantar pendidikan. Ar-Ruzz Media.

Don, Y. D. (2006). Kepemimpinan dan pembangunan pelajar sekolah di Malaysia. Kuala Lumpur: PTS Profesional Publising.

Fatoni, S. (2014). The wisdom of Gus Dur (1st ed.). Depok: Imania.

Haryono, D. (2012). Pengaruh kompetensi pedagogik dan kinerja guru terhadap mutu pembelajaran di sekolah: Penelitian survei tentang pengaruh kompetensi pedagogik dan kinerja guru SD terhadap mutu pembelajaran di Sekolah Dasar Negeri di Kabupaten Lingga Provinsi Kepulauan Riau (Unpublished doctoral Dissertation). Universitas Pendidikan Indonesia, Indonesia.

Hermawan, E. (2018). Kepemimpinan perubahan kepala sekolah dalam peningkatan mutu pendidikan. Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan, 1(3), 358–363. doi: https://doi.org/10.17977/um027v1i32018p358

Hidayati, R., Annurrahman, & Usman, R. (2009). Kepemimpinan kepala sekolah dalam upaya meningkatkan kinerja guru di SD Negeri 67 Sungai Raya. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Untan, 5(5), 1-18. Retrieved from https://media.neliti.com/media/publications/210818-kepemimpinan-kepala-sekolah-dalam-upaya.pdf

Icksan, M. . (1985). Mahasiwa dan kebebasan akademik. Hamidita.

Jo, B., Joseph, B., & Dana, Y. P. (2010). Handbook of school improvement. Thousand Oaks, CA: Corwin Press.

Kartono, K. (2010). Pemimpin dan kepemimpinan: Apakah kepemimpinan abnormal itu. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Kokasih, E. (2000). Hak Gus Dur untuk nyleneh (1st ed.). Bandung: Pustaka Hidayah.

Komariah, A., & Triana, C. (2006). Visionary leadership menuju sekolah efektif. Jakarta: Bumi Aksara.

Long, N. (2011). Bordering on immoral: Piracy, education, and the ethics of cross-border cooperation in the Indonesia-Malaysia-Singapore Growth Triangle. Anthropological Theory, 11(4), 441–464. doi: https://doi.org/10.1177/1463499611423869

Makawimbang, J. H. (2012). Kepemimpinan pendidikan yang bermutu. Bandung: Alfabeta.

Malihah, E. (2015). An ideal Indonesian in an increasingly competitive world: Personal character and values required to realise a projected 2045 ‘Golden Indonesia.’ Citizenship, Social and Economics Education, 14(2), 148–156. doi: https://doi.org/10.1177/2047173415597143

Mudyahardjo, R. (2012). Pengantar pendidikan: Sebuah studi tentang dasar-dasar pendidikan pada umumnya. Rajawali Pers.

Munib, A. (2004). Pengantar ilmu pendidikan. Semarang: UPT UNNES Press.

Nasution, W. N. (2015). Kepemimpinan pendidikan di sekolah. Jurnal Tarbiyah, 22(1), 66–86. doi: http://dx.doi.org/10.30829/tar.v22i1.6

Nelda, F. (2016). Hubungan kepemimpinan kepala sekolah dengan komitmen guru dalam melaksanakan tugas di SMK N 2 Pariaman. Jurnal Bahana Manajemen Pendidikan, 4(1), 1–8. doi: https://doi.org/10.24036/bmp.v4i1.5967

Ng, A. Y. M. (2016). School leadership preparation in Malaysia: Aims, content and impact. Educational Management Administration and Leadership, 45(6), 1002–1019. doi: https://doi.org/10.1177/1741143216662922

Noman, M., Hashim, R, A., & Abdullah, S. S. (2016). Contextual leadership practices: The case of a successful school principal in Malaysia. Educational Management Administration and Leadership, 46(3), 474-490. doi: https://doi.org/10.1177/1741143216665840

Nuryani, N. (2013). Principal leadership in improving the quality of education (A site study at SMP Negeri 3 Ungaran) (Unpublished master’s thesis). Universitas Muhammadiyah Surakarta, Indonesia.

Overton, R. (2002). Leadership made simple. Singapore: Wharton Books, Pte. Ltd.

Pfeffer, F. T. (2015). Equality and quality in education. A comparative study of 19 countries. Social Science Research, 51, 350–368. doi: https://doi.org/10.1016/j.ssresearch.2014.09.004

Ridho, A. (2017). Meningkatkan mutu manajemen madrasah (Kajian minat masyarakat dan prinsip dasar manajemen lembaga pendidikan Islam). FIKROTUNA, 6(2). doi: https://doi.org/10.32806/jf.v6i2.3096

Ridhwan, D. S. (2018). Essensi pendidikan Islam dalam perspektif Abdurrahman Wahid. Istighna: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam, 1(1), 98-115. doi: https://doi.org/10.33853/istighna.v1i1.19

Rohiat, R. (2010). Manajemen sekolah: Teori dasar dan praktik. Bandung: Refika Aditama.

Sallis, E. (2012). Total quality management in education. Yogyakarta: IRCISOD.

Samad, R. S. A., Sukor, M. I. R. M., Syah, D., & Muslihah, E. (2014). Understanding the implementation of knowledge management in high-performance schools in Malaysia. SAGE Open, 4(4), 1–7. doi: https://doi.org/10.1177/2158244014561206

Sebastian, J., Camburn, E. M., & Spillane, J. P. (2018). Portraits of principal practice: Time allocation and school principal work. Educational Administration Quarterly, 54(1), 47-84. doi: https://doi.org/https://doi.org/10.1177/0013161X17720978

Siahaan, A. W. K., & Nasution, I. (2006). Manajemen pendidikan berbasis sekolah. Jakarta: Quantum Teaching.

Siraj, S., & Ibrahim, M. S. (2012, October). Standard kompetensi guru Malaysia. In Prosiding Seminar Kebangsaan Majlis Dekan Pendidikan IPTS 2012, Universiti Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia.

Sonhadji, A., & Huda, A. (2015). Assesmen kebutuhan, pengambilan keputusan, dan perencanaan matarantai dalam manajemen pendidikan. Malang: UM Press.

Sudarmanto, S. (2009). Kinerja dan pengembangan kompetensi SDM. Teori, dimensi pengukuran, dan implementasi dalam organisasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Syafaruddin, S. (2010). Kepemimpinan pendidikan. Jakarta: Quantum Teaching.

Syafaruddin, S., & Asrul, A. (2013). Kepemimpinan pendidikan kontemporer. Bandung: Cita Pustaka Media.

Tahir, L. M., Ali, M. F., & Ahmad, J. (2019). Principals changing schools and their career options after principalship: Exploring reasons and options within Malaysian principalship. Management in Education, 33(3), 110–117. doi: https://doi.org/10.1177/0892020619836718

Triwiyanto, T. (2017). Pengantar pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Ulfatin, N. (2013). Metode penelitian kualitatif di bidang pendidikan. Malang: Bayumedia Publishing.

Yusup, M. (2015). Peran kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran. Manajer Pendidikan, 9, 95–100. Retrieved from https://ejournal.unib.ac.id/index.php/manajerpendidikan/article/download/1103/914

Zakaria, Z. (2015). Bahan ajar: Kepala sekolah sebagai pemimpin pemelajaran. Bengkulu: Universitas Bengkulu.

Zazin, N. (2010). Kepemimpinan & manajemen konflik: Strategi mengelola konflik dalam Inovasi organisasi dan pendidikan di madrasah atau sekolah yang unggul. Yogyakarta: Absolute Media.

Zed, M. (2014). Metode penelitian kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.

Copyright (c) 2020 Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan


This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *