Sideways dan Mengapa Saham Bisa Stagnan

Sideways dan Mengapa Saham Bisa Stagnan

Ketika anda mempelajari bullish atau bearish, mungkin anda akan paham mengapa saham, obligasi, surat hutang, maupun nilai tukar mata uang bisa menjadi fluktuatif. Namun jika anda mempelajari sideways, mungkin anda akan melihat hal yang lain lagi.

Meskipun saham bisa sangat fluktuatif antara naik dan turun, kenyataannya saham bisa juga dalam kondisi stagnan. Ada beberapa alasan mengapa saham bisa dalam kondisi yang datar atau nyaris seperti tidak bergerak.

Jangan khawatir, kondisi yang dinamakan sideways ini bisa dipelajari berikut dengan faktor-faktornya.

Apa Itu Sideways?

Sideways pada dasarnya merupakan kondisi anti-tesis dari bearish maupun bullish, yaitu ketika pergerakan nilai saham cenderung stagnan atau datar. Posisi sideways ini bisa diamati baik melalui pasar saham di bursa efek atau ketika anda melakukan trading.

Kondisi ini bisa dikatakan sebagai posisi nyaman tapi juga membingungkan, cenderung naik-turun di angka yang tidak jauh berbeda dengan posisi sebelumnya dalam satu atau bahkan beberapa hari, dan tidak menunjukkan perkembangan signifikan. Katakankah naik tidak terlalu signifikan, begitu pula jika kondisinya turun.

Bahkan tidak jarang kondisi sideways ini terjadi pada penutupan bursa di sore hari, ketika nilainya justru sama dengan hari kemarin. Padahal ketika pagi hari, saham mungkin tengah menguat tipis. Namun harganya berkebalikan dengan penutupan sore harinya dimana ia kembali di angka yang sama.

Namun yang harus anda ketahui adalah, kondisi sideways ini hanya terjadi secara temporal, bahkan ketika dibandingkan dengan kondisi bullish atau bearish. Bagaimanapun anda tetap harus mengamati kondisi pasar saham untuk memutuskan strategi terbaik, bahkan ketika sideways berlangsung.

Alasan Mengapa Sideways Bisa Terjadi

  1. Permintaan dan Penawaran Sama-Sama Kuat
  1. Investor Cenderung Wait and See
  1. Bursa Efek sedang Stabil

Stabilitas baik di bidang ekonomi, politik, maupun sosial biasanya juga mempengaruhi pergerakan saham yang cenderung datar meskipun tidak selalu dominan. Artinya ketika mengalami peningkatan dan penurunan biasanya angkanya tidaklah signifikan mengganggu stabilitas pasar atau normal dalam artian yang lain.

  1. Garis Kurva yang Bergerak di Angka yang Tidak Jauh
  1. Pembukaan dan Penutupan biasanya Sama
  1. Pergerakan Indikator Merapat

Beberapa indikator saham seperti indikator overlay seperti bollinger band atau parabolic SAR, jika dua garisnya merapat, maka tengah terjadi kondisi sideways. Hal yang sama juga bisa ditemui pada indikator william’s alligator. Biasanya indikator-indikator ini banyak digunakan dalam dunia saham maupun trading untuk melihat pergerakan saham.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *