Begini Pajak Investasi Deposito, Forex, Saham, dan Obligasi

Begini Pajak Investasi Deposito, Forex, Saham, dan Obligasi

Indonesia - Sekarang banyak orang yang berbondong-bondong melakukan investasi. Mereka melihat investasi sebagai cara untuk mendapatkan penghasilan sampingan di samping melakukan pekerjaan utama. Bagaimana jika baru mau mencoba melakukan investasi?

Bagi kalian yang baru mau memulai, direkomendasikan untuk melakukan investasi jangka pendek. Jangka pendek maksudnya hanya berkisar tiga bulan sampai satu tahun aja. Modal yang perlu dikeluarkan untuk investasi jangka pendek relatif kecil dan juga kenaikan nilainya konsisten walaupun tidak begitu besar jumlahnya. Produk investasi jangka pendek seperti deposito bank, forex trading, saham, reksa dana, dan obligasi.

Kalian juga harus tahu, produk investasi jangka pendek juga dikenakan pajak loh. Begini ketentuannya:

1. Deposito Bank

Kode Akun Pajak: 411121

Kode Jenis Setoran: 404

Investasi deposito bank adalah investasi dengan cara menyimpan uang di bank dan nanti ditarik setelah jangka waktu tertentu sesuai dengan ketetapan dari bank. Biasanya bisa ditarik setelah 1, 3, 6, atau 12 hingga 24 bulan. Investasi yang kalian peroleh nantinya dari nilai bunga per bulan yang diberikan dan biasanya 4-6% per tahunnya.

Bagi kalian yang melakukan investasi deposito bank, akan dikenakan pajak deposit. Menurut PPh Pasal 4 ayat 2, pajak deposito adalah pajak penghasilan yang dikenakan atas penghasilan-penghasilan final dan tidak bisa dikreditkan dengan PPh terutang.

Tarif pajak bunga sebesar 20 persen untuk deposito lebih dari Rp 7,5 juta. Dana akhir yang kalian dapatkan nantinya akan langsung terpotong oleh pajak, jadi jangan heran jika suku bunga yang diterima berbeda dengan kalkulasi kalian.

2. Forex Trading

Kode Akun Pajak: 411128

Kode Jenis Setoran: 200

Kalian mungkin sudah tidak asing dengan kata forex trading, tapi masih tidak tahu apa artinya itu. Forex merupakan singkatan dari foreign exchange yang berarti pertukaran valuta asing yang berarti kalian berdagang mata uang antar negara dengan tujuan utama untuk mendapatkan keuntungan. Contohnya, kalian membeli dolar Amerika dan secara bersamaan menjual won Korea. Forex trading tentunya dikenakan pajak juga.

Pengenaan pajak forex diatur dalam Pasal 4 ayat 1 huruf I UU PPh No.36 Tahun 2008. Pajak penghasilan dikenakan untuk setiap penghasilan dengan nama serta bentuk apapun, termasuk salah satunya keuntungan selisih kurs mata uang asing. Dalam hal ini, penghasilan yang didapatkan dari penghasilan selisih kurs mata uang asing akan dikenakan PPh dan dicatat dalam SPT Tahunan. Begini rincinya:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *